Tampilkan postingan dengan label Cermin hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cermin hidup. Tampilkan semua postingan

Berpisah Penuh Makna

Minggu, 02 Oktober 2011
Perpisahan menimbulkan banyak makna dan tanda tanya. Meninggalnya seseorang terkadang menimbulkan tanya dari yang ditinggalkan, "Apa yang telah dia lakukan? Apa yang sebaiknya akau lakukan?"

Demikian juga berpisahnya seseorang dari keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja. Seringkali diikuti tangis yang menandakan kesedihan amat dalam karena harus meninggalkan atau harus ditinggalkan, sementara setelah acara perpisahan usai, sirna silaturahim. Tawa ejekan dan gunjingan yang tersisa. Atau kita kebingungan mencari kata-kata dan hadiah yang cocok untuk orang yang akan ditinggalkan atau yang akan meninggalkan.

Ada tiga hal positif yang bisa kita berikan ketika kita harus berpisah dengan keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja untuk suatu waktu tertentu.Tiga hal yang bisa melapangkan jalan kita selanjutnya, tanpa beban, dan memberi kenangan yang bermanfaat sepanjang masa.

Pertama, ucapkan syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan berkumpul dan bekerja sama dengan orang-orang yang kita tinggalkan. Berikan ucapan terima kasih yang ikhlas kepada mereka atas kerja sama, nasehat, peringatan, koreksi atau apa saja. Karena apa yang kita terima dari mereka, apakah itu kebaikan atau keburukan, adalah ujian dari yang Maha Kuasa, bahkan mungkin peringatan yang diberikan Nya melalui orang-orang disekitar kita. Dengan demikian berarti kita memberikan penghargaan yang tak terhingga kepada mereka dan menimbulkan rasa bangga bagi yang menerama ucapan terima kasih, dan itu bisa menimbulkan semangat, motifasi, atau membesarkan hati.

Kedua, meminta maaf secara tulus kepada yang ditinggalkan. Karena setiap orang yang terlibat dalam pergaulan, disengaja atau tidak pasti ada kesalahan yang pernah dilakukan selama itu. Meminta maaf, adalah sebuah jalan untuk menetralkan dan mencairkan persoalan. Meskipun meminta maaf tidak harus menunggu saat kita akan berpisah, tetapi melakukan saat waktu-waktu seperti itu akan menimbulkan kesan yang mendalam, karena siapa tahu ada kesalahan yang tidak kita sadari telah terjadi, dan kita belum sempat minta maaf.

Ketiga, memberikan wasiat dan nasehat kebaikan. Budaya ketimuran kadang-kadang kita risi untuk memberikan nasehat yang baik, apalagi saat kita hendak meninggalkan suatu komunitas. Seringkali kita malah berbasa-basi bahwa semuanya telah "running well", sehingga tidak perlu lagi kita berpesan atau berwasiat. Padahal sudah kewajiban manusia sebagai makhluk yang memberi kebaikan kepada seluruh alam, untuk selalu berpesan kepada kebaikan. Jadi, sampaikanlah pesan yang baik kepada mereka yang akan kita tinggalkan dan biarkan pesan itu menjadi kenangan di hati yang selalu diingat dan tak terlupakan.

Jika kita mampu memberikan yang terbaik buat lingkungan kita, mengapa harus ragu dan takut membuat perbedaan.

Bosan di Kantor? Bebaskan Pikiran Anda

Kesibukan dan rutinitas pekerjaan yang menjerat memang tak urung membuat anda jenuh, bosan dan lelah. Tahukah anda apa yang anda butuhkan jika anda mengalaminya?

Menurut pakar psikologi, jika anda jenuh, yang anda butuhkan bukan hanya pembebasan fisik dari rutinitas, tetapi juga pembebasan pikiran. Karena pembebasan fisik tanpa pembebasan pikiran tidak akan membantu menyelesaikan rasa jenuh dan bosan anda.

Contohnya ada kasus dimana seseorang tidak berhasil mengatasi rasa jenuhnya meskipun ia telah berusaha mengambil cuti dan berlibur ke luar kota. Kenapa? Ternyata meski secara fisik ia sedang melakukan refreshing tetapi pikirannya selalu melayang pada tugas dan pekerjaannya di kantor. Sehingga ia justru semakin dibebani oleh rasa jenuh dan stress.

Mungkin jika anda bisa mengambil cuti dan berlibur ke luar kota, rasa jenuh anda secara fisik memang akan berkurang. Tetapi bagaimana jika kesibukan anda dalam satu hari di kantor benar-benar membuat anda jenuh bahkan sampaimembuat anda sakit kepala? Tentu anda tidak bisa begitu saja melarikan diridari tugas-tugas anda kan? Tapi jangan takut, jika anda mengalami jenuh akibat pekerjaan di kantor, cobalah hal-hal berikut ini:

* Di sela-sela pekerjaan, cobalah untuk beranjak sebentar dari meja kerja anda menuju jendela. Lihatlah semua pemandangan di luar kaca jendela.Pusatkan pikiran anda pada apa yang anda lihat dan lupakan beban pekerjaan sejenak. Ciptakan sensasi pada apa yang anda lihat, misalnya pada kendaraan dan orang yang lalu lalang, pepohonan hijau, atau pada petugas parkir yang mengatur arus keluar masuk kendaraan

* Kalau tidak mungkin beranjak dari meja kerja anda, alihkan pikiran anda pada hal-hal yang menyenangkan. Misalnya dengan membayangkan makanan kesukaan anda. Atau bayangkanlah anda sedang berada di pantai atau gunung yang sejuk bersama orang-orang yang menyenangkan.

* Kalau waktunya lebih memungkinkan keluarlah dari kantor anda sejenak dan kunjungi mal terdekat. Jangan biarkan pikiran anda melayang pada tugas-tugas di kantor. Lihatlah produk-produk yang menarik perhatian anda. Setelah anda puas, kembalilah ke kantor. Tentu saja anda harus bisa memperkirakan waktu yang pas saat berada di luar kantor.

Tentu saja cara seseorang untuk mengatasi rasa bosannya sangat individual.Dan cara-cara di atas bukan patokan mutlak untuk mengurangi rasa jenuh dikantor. Ingat, dalam mengatasi rasa jenuh, yang lebih penting adalah bebaskan "pikiran" anda dari rutinitas.

Dan patut anda perhatikan, jangan menganggap rasa bosan dan jenuh sebagai hal yang negatif. Justru anda merupakan orang-orang yang beruntung jika masih bisa merasakan bosan dalam hidup anda. Karena kebosanan membuat anda memiliki kekuatan untuk menarik diri dari rutinitas. Sehingga dampaknya anda akan terhindar dari penyakit mental yang ditimbulkan akibat rutinitas. Dan orang-orang yang tidak pernah merasa bosan dalam hidupnya adalah orang-orang yang sudah tidak normal lagi.